.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Minggu, 26 Februari 2012


Sepucuk Surat Dari Ibu Dan Ayah


Anak ku..
Ketika aku semakin tua..
Aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku..
Suatu ketika aku memecahkan piring atau menumpahkan sup di atas meja karena penglihatanku berkurang..
Aku harap kamu tidak memarahiku..
Orang tua itu sensitif..
Selalu merasa bersalah saat kamu berteriak..

Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan...
Aku harap kamu tidak memanggilku tuli..
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya..

Maaf anak ku aku semakin tua..
Ketika lututku mulai lemah..
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun..
Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan..
Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku terus mengulangi apa yang aku katakan, seperti kaset rusak..
Aku harap kamu terus mendengarkanku..
Tolong jangan mengejek ku atau bosan mndengarkanku...

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan akmu ingin sebuah balon ?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang ulang sampai  kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan..
Maafkan juga bauku..
Tercium seperti orang yang sudah tua..
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi..
Tubuhku lemah..
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin..
Aku harap, aku tidk tetlihat kotor bagimu..
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Aku selalu mengejar ngejar kamu karena kamu tidak mau mandi..
Aku harap kamu bisa bersabar denganku, ketika aku selalu bawel..
Ini semua bagian dari menjadi tua..
Kamu akan mengerti ketika kamu tua..
Dan ketika kamu memilkik waktu luang, aku harap kita bisa berbicara..
Bahkan untuk beberapa menit..
Aku selalu sendiri sepanjang waktu..
Dan tidak memilki seorangpun untuk diajak bicara..
Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan..
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku..
Aku mohon berikan waktu untuk bersamamu..
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Aku selalu mndengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu..
Ketika saatnya tiba.....
Dan aku hanya bisa berbaring sakit dan sakit..
Aku harap kamu memilki kesabaran untuk merawatku..
MAAF....
Kalau aku sengaja mengompol dan membuat berantakan..aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku..
Selama beberapa saat terakhir dalam hidupku..
Aku mungin tidak akan bertahan lebih lama..
Ketika waktu kematianku datang..
Aku harap kamu memegang tanganku..
Dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian..
Dan jangan kawatir..
Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
Aku kan berbisik pada-Nya..untuk selalu memberikan berkah padamu..
Karena kamu MENCINTAI IBU dan AYAH mu..
Terimakasih atas segala perhatianmu nak..
Kami mencintaimu..
Dengan kasih yang berlimpah..
Ibu dan Ayah.. :’)

Source : Video Sepucuk Surat Dari Ibu dan Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

berkomentarlah dengan bijak . . .
terimakasih sebelum nya ...