“ CARA PRAKTIS MEMBUAT TELUR ASIN “
DUSUN NGRAWAN LOR RT 01 RW 05 BAWEN
DISUSUN OLEH
Nama : AGNES IVOILINE NOVARINA
NIM : 821 247333
Program Studi : S1 PGSD
Pokjar : Bandungan
Kabupaten : Semarang
UPJJ-UT : Semarang
MAHASISWA S-1 PGSD UNIVERSITAS TERBUKA
SEMARANG
2010
HALAMAN PENGESAHAN
Tugas Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan tentang Program Kepemudaan berjudul :
“ Menambah Ketrampilan Para Pemuda Melalui Kegiatan Membuat Telur Asin “
Telah diperiksa oleh Tutor Universitas Terbuka
Pada hari :
Tanggal :
Mengesahkan
Kepala UPBJJ-UT Tutor Pembelajaran
Semarang Berwawasan
Kemasyarakatan
Drs. Gunoro Nupikso,M Si Bambang Mursito
NIP:132001788 NIP:
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO :
· “ Keberhasilan akan dicapai jika kita mau berdoa dan berusaha “
· “ Tuhan Maha Mengetahui tentang apa yang kita kerjakan dan kita perbuat “
PERSEMBAHAN :
Karya ini Kupersembahkan untuk :
v Keluargaku tercinta
v Universitas Terbuka UPBJJ_UT Semarang
v Bangsa dan Agama
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala kasih karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini.
Penulisan laporan ini dimaksudkan untuk melengkapi tugas kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan.
Dalam proses penyusunan laporan ini, kami menyadari banyak pihak-pihak yang telah membantu sehingga pada akhirnya laporan ini dapat terselesaikan,oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin mengucapakan terima kasih kepada :
1. Bapak Bambang Mursito selaku Tutor Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan yang telah membimbing dalam penulisan laporan ini.
2. Anggota muda-mudi Jimbaran yang telah membantu dalam pelaksanaan praktik
ini.
3. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan laporan praktik program kepemudaan ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saran-saran/kritik yang membangun masih diharapkan untuk kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata semoga laporan ini berguna bagi para pembaca pada umumnya.
Bandungan, November 2010
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Praktek
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan Laporan
D. Metode Pengumpulan Data
E. Sistematika Penulisan Laporan
BAB II PEMBAHASAN
A.Tempat dan Waktu Pelaksanaan
B.Materi Kegiatan
C.Teknik Pelaksanaan Program Kegiatan
D.Temuan/ hasil yang Dicapai dalam Proses Pembelajaran
E.Pembahasan
F.Gambaran Keaktifan Peserta
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran-saran
C. Refleksi Diri
1. Kesan
2. Pesan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penulis membuat laporan ini dengan latar belakang untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Adapun latar belakang penulis memilih praktek membuat telur asin ini karena penulis hendak mengajarkan kepada para pemuda di dusun Jimbaran cara berwirausaha melalui kegiatan praktis membuat telur asin. Dan alasan penulis memilih praktek membuat telur asin karena penulis tahu daya guna atau manfaat dari telur khususnya telur itik, telur memiliki jangkauan pasar yang sangat luas dengan konsumen yang berasal dari hampir semua lapisan masyarakat. Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, telur juga digunakan oleh industri makanan dan farmasi baik yang berskala kecil maupun skala menengah ke atas. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila hampir di setiap daerah kabupaten dikembangkan suatu usaha peternakan yang cukup besar, di samping beberapa peternakan kecil yang diusahakan di desa/kampung yang dikelola secara tradisional.
Di pihak peternakan sendiri banyak hal yang harus dilakukan untuk menyelamatkan telur-telur yang karena sebab-sebab tertentu belum atau tidak dapat dijual, misalnya : telur yang kulitnya retak atau pecah maupun telur yang telah 5-7 hari masih berada di peternakan. Meskipun telur tahan disimpan selama 2-3 minggu, namun agar dapat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang masih baik, maka lamanya penyimpanan telur diatur dengan cara sebagai berikut :
1.Penyimpanan telur dipeternakan dilakukan maksimal 1 minggu.
2.Dua minggu berikutnya disediakan untuk penyimpanan di toko ataupun
supermarket di mana tempat telur tersebut dijual.
B. Rumusan Masalah
Mengajarkan kewirausahaan kepada para pemuda di dusun Jimbaran melalui cara praktis membuat telur asin. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan para pemuda di Jimbaran dalam hal berwirausaha dengan memilih sumber daya yang mudah di dapat misalnya telur. Mengapa memilih masalah mengajarkan kewirausahaan kepada para pemuda di Jimbaran melalui cara praktis membuat telur asin ?
Karena telur merupakan salah satu kebutuhan pokok yang terjangkau di masyarakat luas, telur juga mempunyai nilai gisi yang sangat tinggi dan baik untuk anak dimasa pertumbuhan. Selain itu bahan baku telur juga mudah di dapatkan.
C. Tujuan Penulisan Laporan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah :
1. Bagi Penulis / Mahasiswa
Melalui program kegiatan ini, kami dapat berpartisipasi dengan berperan serta melakukan pembinaan terhadap warga belajar di lingkungan sekitar.
2. Bagi Peserta / Warga Belajar
Melalui program kepemudaan ini diharapkan :
Memanfaatkan ketrampilan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu hal yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
D. Metode Pengumpulan Data
Guna memperoleh data variabel di atas dipergunakan teknik pengumpulan data secara langsung untuk melengkapi data yang diperlukan.
E. Sistematika Penulisan Laporan
Penulis menyajikan sistematika untuk mempermudah pembaca dalam mengambil kesimpulan mengenai garis besar dari hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan kepemudaan.
Adapun sistematika penulisan dari laporan ini terdiri dari bagian awal,bagian isi, dan bagian akhir. Bagian awal terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan,kata pengantar,dan daftar isi.
Bagian isi terdiri dari Bab I Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan. Bab II pembahasan yang terdiri dari tempat dan waktu pelaksanaan, materi kegiatan, teknik pelaksanaan program atau kegiatan, temuan/hasil evaluasi proses, temuan/hasil produk, pembahasan, dan gambaran keaktifan peserta. Bab III Penutup yang terdiri dari simpulan, saran, refleksi diri. Bab IV daftar pustaka dan lampiran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
1. Tempat Pelaksanaan
Program kepemudaan dilaksanakan di rumah Bapak Ag.Sukarman, Jimbaran RT 02 RW 01 Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Bandungan.
2. Waktu Pelaksanaan
Praktik kepemudaan membuat telur asin dilaksanakan tanggal 18-30 Oktober 2010.
B. Materi Kegiatan
Praktik program kepemudaan adalah menambah ketrampilan pemuda Jimbaran melalui praktik membuat telur asin.
C. Teknik Pelaksanaan Program Kegiatan
1. Persiapan
Ø Mencari para pemuda yang ada di Jimbaran.
Ø Mahasiswa memilih 7 calon pemuda yang berdomisili di lingkungan dekat mahasiswa.
Ø Mahasiswa mengisi formulir data pribadi para pemuda.
Ø Mengunjungi calon warga belajar yang akan dibimbing.
2. Pelaksanaan Kegiatan
Sebelum melaksanakan kegiatan praktik kepemudaan, terlebih dahulu membuat kesepakatan antara WB dengan mahasiswa mengenai waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan praktik kepemudaan, ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama.
D. Temuan/Hasil Evaluasi Proses
Pelaksanaan praktik kepemudaan disambut baik oleh semua pemuda, antusias para pemuda sangat tinggi. Mereka menerima kegiatan yang dilaksanakan. Para pemuda dalam melaksanakan praktik ini benar-benar menunjukkan kesungguhan dan ingin sekali melakukan praktik ini.
E. Pembahasan
Proses Pembuatan Telur Asin
Ø Pemilihan Telur
Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan pemilihan. Pemeriksaan telur dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya, kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian kelompok yang sangat kotor.
2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau amplas nomor O. Telur yang kotor dan sangat kotor ditempatkan di wadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air deterjen hangat selama dua menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.
3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.
Ø Membuat Adonan dan Larutan
1. Membuat Larutan Garam
Proses pembuatan larutan garam jenuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali.
Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu ( tidak perlu sampai mendidih ) yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam dan salpeter. Kemudian, masukkan garam dan salpeter, aduk hingga larut seluruhnya. Selanjutnya angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian dan diamkan beberapa saat hingga menjadi dingin kembali.
2. Membuat Adonan Garam
v Bahan adonan dari serbuk batu merah dicampur dengan garam dan salpeter sesuai takaran yang telah ditentukan.
v Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.
v Kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur.
Ø Proses Membuat Telur Asin
Adapun beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang adalah sebagai berikut :
a. Perendaman dengan larutan garam
Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan ke dalam wadah perendaman terlebih dahulu letakkan wadah tersebut di tempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur pada saat proses perendaman.
b. Pemeraman dengan adonan garam
Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat ketebalan yang sama agar rasa asin yang meresap ke dalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidakk berlebihan. Meresapnya larutan garam ke dalam telur mempengaruhi warna kuning telurnya, sehingga juga akan mempengaruhi kualitas produk telur asin tersebut.
c. Perendaman dengan adonan garam
Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibandingkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan wadah lalu tuangkan sedikit adonan ke dalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan telur-telur yang sudah bersih di atas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.
Ø Pemanenan
Setelah dirasa perendaman atau pemeraman cukup waktunya ( 7-10 hari ), segara bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pembongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan. Simpan telur yang baik di tempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan biasanya sisa-sisa adonan yang menempel tidak dibersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.
Ø Perebusan
Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu telur asin mentah yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mencegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini :
a. Masukkan telur dalam panci perebusann yang telah diisi dengan air secukupnya.
b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebusan menjadi panas namun tidak mendidih.
c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.
Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan semua isi telurnya. Sehingga benturan-benturan yang terjadi selama perebusan tidak akan menyebabkan retak atau pecahnya telur-telur asin tersebut.
Telur asin yang dihasilkan baik dari cara perendaman dengan larutan jenuh melalui pemeraman atau perendaman dengan adonan media garam memiliki hasil yang berbeda-beda baik rasa maupun warnanya.
Proses praktik kepemudaan ini dari tahap pelaksanaan hingga akhir dilaksanakan sesuai dengan program perencanaan yang telah kami buat.
Kendala atau hambatan yang kami alami selama praktik di kelurahan Jimbaran tidak berarti. Kendalanya hanya soal waktu, karena sebagian pemuda hanya hari minggu saja di rumah mereka sebagian besar tinggal di kos-kosan sebab banyak dari mereka yang masih kuliah, padahal kalau hari minggu kami juga ada tutorial, akhirnya kami minta waktu mereka untuk pulang setiap hari selama praktik dan mereka pun mau membantu.
Untuk soal komunikasi tidak ada hambatan yang berarti sehingga dapat memperlancar kegiatan praktik.
F. Gambaran Keaktifan Peserta
Para pemuda mengikuti program praktik kepemudaan membuat telur asin ini dengan aktif. Hal ini ditunjukkan dengan aktifitas mereka dalam mengelola telur yang akan dijadikan telur asin, mereka tidak merasa jijik dengan telur-telur yang masih ada kotorannya. Mereka sangat menyukai kegiatan ini sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Simpulan yang dapat kami ambil dari praktik kepemudaan ini adalah sebagai berikut :
1. Para pemuda perlu mendapat bimbingan / pembinaan agar mereka dapat mengembangkan bakat serta kemampuan mereka untuk kehidupan mereka nanti.
2. Para pemuda sangat senang dengan kegiatan ini, mereka berharap ada kegiatan lain lagi untuk meningkatkan pengetahuan serta bakat mereka.
B. Saran
Saran yang bisa kami berikan adalah :
1. Salah satu tujuan dari praktik ini adalah menambah wawasan para pemuda sehingga dapat meningkatkan ketrampilan yang dapat berguna bagi hidup mereka nanti, kegiatan ini seharusnya ada wadah tersendiri dan mendapat dukungan serta perhatian dari pamong lingkungan setempat, maka diharapkan kepada para pamong lingkungan untuk mendukung mereka berkreasi dan memberikan arahan-arahan yang baik kepada mereka. Hal ini juga dapat mengurangi kenakalan-kenakalan remaja yang makin marak saat ini
.
2. Banyak sekali para pemuda di sekitar kita yang mengalami pergaulan bebas, untuk itu perlu sekali adanya suatu wadah yang mau menampung aspirasi dan mengarahkan mereka ke jalan yang baik sehingga mereka tidak salah memilih jalan dan langkah hidup serta tidak salah memilih teman bergaul
C. Refleksi Diri
1. Kesan
Kesan yang kami terima dari para pemuda adalah bahwa mereka sangat senang dengan kehadiran dan kegiatan yang kami lakukan, oleh karena itu dapat menambah ketrampilan para pemuda.
2. Pesan
Kami berharap dengan adanya kegiatan yang telah kami laksanakan bagi para pemuda di Jimbaran dapat memberikan dorongan dan dukungan supaya mereka dapat dan mau berusaha untuk menambah serta meningkatkan ketrampilan mereka agar mereka tidak terjebak ke dalam pergaulan bebas saat ini.
Daftar Pustaka
Balai Penelitian Kimia. 1973. Prosiding Seminar Teknologi Pangan 1.
Departemen Perindustrian, Bogor.
K.A. Buchle, R.A. Edwars, G.H. Fleet, dan M. Wotton. 1989. Ilmu Pangan.
Universitas Indonesia, Jakarta.
Ir. M. Lies Suprapti. 1971-1981. Laporan Hasil Percobaan Laboratorium.
Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Ir. M. Lies Suprapti. 1979-1986. Kumpulan Naskah Siaran TVRI.
Stasiun Surabaya.
Ir. M. Lies Suprapti. 1996. Dasar-Dasar Teknologi Pangan.
Vido Ariesta, Surabaya.
Oey Kam Nio. 1992. Daftar Analisis Bahan Makanan.
Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta.
Soejoeti Tarwotjo. 1998. Dasar-Dasar Gizi Kuliner. Jakarta.
Ir. M. Lies Suprapti. 2006. Pengawetan Telur. Kanisius. Yogyakarta.
Daftar Hadir Peserta
No | Nama | Hari/Tanggal | Waktu | Kegiatan | Tanda Tangan |
1. | Ayuk Oktavia Sari | Senin,18 Oktober 2010 | 16.00 – 17.00 | Pemilihan telur yang akan digunakan | |
2. | Disa Ayu Pratiwi | Selasa,19 Oktober 2010 | 16.00 – 17.00 | Pembuatan larutan garam dan adonan garam | |
3. | - Danar Nur Hayati. - B. Christie MP | Rabu,20 Oktober 2010 | 16.00 - 17.00 | Perendaman telur kedalam larutan garam dan pemeraman telur ke dalam adonan telur | |
4. | Ade Tya Pikasari | 21-30 Oktober 2010 | 15.00 – 17.00 | Perendaman dan pemeraman | |
5. | - Devita Putri. -Fitriana | Sabtu,30 Oktober 2010 | 16.00 - 17.00 | Pemanenan dan perebusan. | |
Ambarawa, 5 November 2010
Mahasiswa
-----------
NIM. --------
DAFTAR HADIR PESERTA
NO | Hari, Tanggal | Nama | Kegiatan | Tanda Tangan |
1. | Selasa, 19 Oktober 2010 | 1. Ayuk | Penjelasan kepada para peserta tentang manfaat pembuatan Telur Asin dan cara pembuatannya | 1. |
2. B. Christie | 2. | |||
3. Danar | 3. | |||
4. Disa | 4. | |||
5. Tya | 5. | |||
6. Fitri | 6. | |||
7.Devita | 7. | |||
2. | Kamis, 21 Oktober 2010 | 1. Ayuk | Proses pembuatan telur asin sampai dengan tahap pemeraman | 1. |
2. B. Christie | 2. | |||
3. Danar | 3. | |||
4. Disa | 4. | |||
5. Tya | 5. | |||
6. Fitri | 6. | |||
7.Devita | 7. | |||
3. | Sabtu, 30 Oktober 2010 | 1. Ayuk | Pemanenan dan perebusan serta pemantapan cara – cara pembuatan telur asin | 1. |
2. B. Christie | 2. | |||
3. Danar | 3. | |||
4. Disa | 4. | |||
5. Tya | 5. | |||
6. Fitri | 6. | |||
7.Devita | 7. |
Ambarawa, 5 November 2010
Mahasiswa
-----------
NIM. --------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berkomentarlah dengan bijak . . .
terimakasih sebelum nya ...